Desa Sidorejo Merumuskan Solusi Masalah Kesehatan Melalui MMD

Penyuluh Kesehatan dari Puskesmas Tirtomoyo 1 Mecca Bani Irawan menjadi pemandu acara MMD. Foto : Artadi
Penyuluh Kesehatan dari Puskesmas Tirtomoyo 1 Mecca Bani Irawan menjadi pemandu acara MMD. Foto : Artadi

sidorejo-wonogiri.desa.id Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakatnya dan para petugas untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil survei mawas diri.

Pemerintah Desa Sidorejo menghadirkan penyuluh kesehatan dari Puskesmas Tirtomoyo 1 Mecca Bani Irawan. Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Desa Sidorejo, Rabu (20/11/2019) dan dihadiri oleh PJ Kepala Desa Sidorejo, perangkat desa, BPD, kader kesehatan, dan LPM.

PJ Kepala Desa Sidorejo paling kanan sedang menyampaikan sambutannya pada MMD. Foto : Artadi
PJ Kepala Desa Sidorejo paling kanan sedang menyampaikan sambutannya pada MMD. Foto : Artadi

PJ Kepala Desa Sidorejo, Rahmad Ari Windono berharap agar hasil perumusan masalah ini dapat bermanfaat untuk menangani masalah kesehatan di Desa Sidorejo. Pihak desa merupakan bagian dari potensi yang dapat menentukan kebijakan untuk menyusun anggaran di bidang kesehatan. Selain dari APBDES, program kerja untuk menindaklanjuti hasil SMD ini juga dianggarkan dari Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Kementerian Kesehatan, dan juga melalui swadaya masyarakat.

Para peserta Kegiatan MMD ini sangat antusias sehingga berhasil mencapai Kesepakatan Rencana Intervensi Masalah di tingkat Desa Sidorejo. Forum ini menghasilkan 13 poin masalah yang terbagi menjadi 5 bidang yaitu Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Ibu dan Anak, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lansia, dan Kejadian Penyakit. Semua kegiatan untuk menangani masalah tersebut akan dilaksanakan pada Tahun 2020 mendatang.

Kedua dari kiri Ketua Forkom Desa Siaga Sehat Marmo sedang menyampaikan sambutannya. Foto : Artadi
Kedua dari kiri Ketua Forkom Desa Siaga Sehat Marmo sedang menyampaikan sambutannya. Foto : Artadi

Dari 13 poin masalah tersebut pihak pendamping dari Puskesmas Tirtomoyo 1 menentukan beberapa prioritas pada setiap bidang. Penentuan prioritas tersebut mendapatkan persetujuan dari seluruh peserta MMD. Prioritas tersebut antara lain di Bidang Kesehatan Lingkungan akan melakukan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup yang akan dianggarkan melalui APBDes Tahun Anggaran 2020.

Ada 2 prioritas kegiatan yang akan didanai dari Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Kementerian Kesehatan, yaitu kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap tahun berupa Penyuluhan Kesehatan Remaja pada Bidang Promosi Kesehatan. Selain kegiatan rutin tersebut, terdapat kegiatan berupa Pemberian KMS Lansia pada Bidang Kesehatan Lansia. “Kita akan melakukan penambahan untuk pengadaan KMS Lansia karena selama ini jumlahnya masih kurang.” Kata Mecca Bani Irawan.

Prioritas yang akan dilaksanakan secara swadaya meliputi 3 bidang yaitu Bidang Kesehatan Ibu dan Anak, Bidang Promosi Kesehatan, dan Bidang Kejadian Penyakit. Di Bidang Kesehatan Ibu dan Anak akan melaksanakan 2 kegiatan yaitu sosialisasi kehamilan yang sehat pada Pasangan Usia Subur (PUS) dan sosialisasi ASI eksklusif pada keluarga ibu hamil dan melahirkan. Prioritas di Bidang Promosi Kesehatan akan melaksanakan sosialisasi kepada yang merokok untuk tidak dekat wanita, anak-anak, dan ibu hamil. Di Bidang Kejadian Penyakit akan melaksanakan kegiatan menggerakkan masyarakat untuk berobat.

Acara MMD dihadiri oleh perangkat desa, BPD, kader kesehatan, dan LPM. Foto : Artadi
Acara MMD dihadiri oleh perangkat desa, BPD, kader kesehatan, dan LPM. Foto : Artadi

Semua kegiatan yang bersifat swadaya akan dilaksanakan oleh Kader Kesehatan Desa dan Bidan Desa. Untuk suksesnya seluruh kegiatan diperlukan kerjasama antara pemerintah desa, Dinas Kesehatan, Kader Kesehatan, dan masyarakat Desa Sidorejo.

Facebook Comments
About artadiputra 173 Articles
Saya adalah seorang yang selalu ingin memperluas pengetahuan dan bermanfaat bagi banyak orang. Banyak pengetahuan yang saya peroleh secara otodidak. Namun tidak memungkiri bahwa pengetahuan yang saya peroleh secara formal sangat menunjang kemampuan saya saat ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan