Hari ini Pemasangan Alat EWS, Lihat Fakta di Balik Ancaman Bencana

Para relawan sedang memasang tali seling yang merupakan bagian dari alat EWS. Foto : Artadi
Para relawan sedang memasang tali seling yang merupakan bagian dari alat EWS. Foto : Artadi

sidorejo-wonogiri.desa.id Alat peringatan dini tanah longsor atau Early Warning System (EWS) dipasang di lokasi tanah gerak di Dusun Tempel RT 02/RW 02 Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (12/9/2019). Pemasangan alat ini sebagai upaya pengurangan risiko bencana, mengingat banyak rumah warga di bawah lokasi rawan longsor tersebut.

Para relawan sedang bekerja memasang alat EWS untuk peringatan dini tanah longsor. Foto : Artadi
Para relawan sedang bekerja memasang alat EWS untuk peringatan dini tanah longsor. Foto : Artadi

Pemasangan alat tersebut melibatkan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Wonogiri, BPBD Yogyakarta, Destana Desa Sidorejo, Bagana Banser, SAR MTA, Banyu Bening, dan beberapa warga. Mereka kerja bakti secara suka rela sejak pagi hingga sore hari. Para Ibu juga ikut ambil bagian dengan memasak makanan untuk dimakan bersama relawan.

Relawan bersama warga melakukan foto bersama seusai memasang alat EWS. Foto : Artadi
Relawan bersama warga melakukan foto bersama seusai memasang alat EWS. Foto : Artadi

Pemasangan alat deteksi itu merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di sejumlah titik di Kabupaten Wonogiri. BPBD Kabupaten Wonogiri telah melakukan sosialisasi alat EWS tersebut kepada warga setempat pekan lalu, Kamis (5/9/2019). Alat deteksi dini tanah lonsor ini dipasang di atas permukiman warga dekat dengan mahkota tanah gerak. Harapannya, agar ketika terjadi tanah gerak alat ini bisa segera memberi peringatan.

Para relawan sedang memasang alat pemicu di lokasi potensi tanah bergerak. Foto : Artadi
Para relawan sedang memasang alat pemicu di lokasi potensi tanah bergerak. Foto : Artadi

Namun dibalik bencana tanah longsor yang mengancam warga Dusun Tempel tersebut, perlu kita ketahui terkait penyebab terjadinya bencana tersebut. BPBD Kabupaten Wonogiri mendeteksi faktor yang menjadi penyebab bencana tersebut. “Alat EWS ini hanyalah alat bantu untuk memberikan peringatan dini dengan memberitahu warga sebelum tanah longsor benar-benar terjadi menimpa rumah-rumah warga. Namun ibarat penyakit, virus penyebabnya harus dihilangkan agar benar-benar sembuh.” Kata Fendika kepada jurnalis sidorejo-wonogiri.desa.id.

Hasil survey dari tim BPBD Kabupaten Wonogiri mendapatkan fakta bahwa selain karena faktor kondisi tanah yang banyak rekahan dan labil, ternyata aliran air yang terus mengisi rekahan tanah menyebabkan tanah mencapai titik jenuh. Dalam kondisi tersebut maka bencana tanah longsor tidak bisa dihindari.

Tali seling dipasang melewati bawah jalan. Foto : Artadi
Tali seling dipasang melewati bawah jalan. Foto : Artadi

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu warga Sugiyanto kepada jurnalis sidorejo-wonogiri.desa.id. “Iya…ketika terjadi hujan deras, di sepanjang jalan (sekitar daerah rawan longsor) dialiri banyak air memenuhi jalan.”

Maka diperlukan langkah preventif atau pencegahan dengan membuatkan saluran untuk mengalihkan aliran air ke lokasi lain yang aman. Sehingga dapat mengurangi debit air yang mengisi celah-celah rekahan tanah.

“Adanya rekahan tanah merupakan salah satu pertanda kuat timbulnya potensi bencana tanah longsor. Maka kita harus menutup rekahan tersebut agar tidak terisi air yang mengakibatkan kondisi tanah menjadi jenuh. Karena tanah yang jenuh sangat beresiko menyebabkan tanah longsor” Kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Wonogiri Aisyah Ekasari saat menyampaikan sosialisasi kepada warga setempat, Kamis (5/9/2019).

“Tugas selanjutnya untuk Destana Desa Sidorejo bersama warga adalah menentukan lokasi titik kumpul dan simulasi tanggap bencana.” Kata Fendika di hadapan relawan dan warga. Alat EWS tersebut harus dijaga dan dirawat bersama-sama oleh warga agar dapat berfungsi dan bertahan lama.

Facebook Comments
About artadiputra 156 Articles
Saya adalah seorang yang selalu ingin memperluas pengetahuan dan bermanfaat bagi banyak orang. Banyak pengetahuan yang saya peroleh secara otodidak. Namun tidak memungkiri bahwa pengetahuan yang saya peroleh secara formal sangat menunjang kemampuan saya saat ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan