Hati-hati! Jalan Utama Penghubung Jarum dengan Pucungan Longsor

Setengah badan jalan retak akibat talud yang longsor pada Jum'at (11/12/2020). Foto : Ahmadi
Setengah badan jalan retak akibat talud yang longsor pada Jum'at (11/12/2020). Foto : Ahmadi

sidorejo-wonogiri.desa.id Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Sidorejo pada Kamis malam (10/12/2020) mengakibatkan talud jalan penghubung Dusun Jarum dengan Dusun Pucungan longsor. Kejadian longsor diperkirakan terjadi pada Jum’at pagi (11/12/2020). Pengendara harap berhati-hati saat melintas di jalan tersebut karena talud yang longsor di bawah jalan tersebut telah memakan separuh badan jalan. “Kendaraan roda empat lebih baik menghindari jalan tersebut karena tidak menutup kemungkinan akan ada longsor susulan.” Kata Kepala Desa Sidorejo Joko Nalongso.

Posisi rumah Katmin yang berada di bawah jalan yang longsor. Foto : Artadi
Posisi rumah Katmin yang berada di bawah jalan yang longsor. Foto : Ahmadi

Lebih lanjut Joko Nalongso menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalur DPU yang tembus ke Provinsi Jawa Timur. Pihak desa sudah membuat laporan kepada Camat Tirtomoyo, BPBD Wonogiri dan beberapa pihak terkait. “Panjang talud jalan yang longsor sekitar 16 meter dengan ketinggian sekitar 7 meter dan telah mengakibatkan retakan di hampir setengah badan jalan.” Kata Joko Nalongso di kantornya Senin (14/12/2020).

Rumah Katmin berada di bawah talud jalan yang longsor. Foto : Ahmadi
Rumah Katmin berada di bawah talud jalan yang longsor. Foto : Ahmadi

Selain mengakibatkan talud longsor dan jalan retak, kejadian tersebut juga mengakibatkan akses jalan ke rumah Katmin (50 Tahun) warga Dusun Jarum RT 03/RW 03 terganggu. Penghuni rumah tersebut harus melewati pekarangan untuk bisa beraktivitas di luar rumah. Tepat di bawah talud yang longsor tersebut terdapat kandang ternak milik Katmin. “Alhamdulillah longsor tidak sampai membuat bangunan tersebut roboh sehingga ternaknya tetap aman.” Kata Ahmadi Kasi Pelayanan Umum Desa Sidorejo.

Kandang ternak milik Katmin tepat berada di bawah talud jalan yang longsor. Foto : Ahmadi
Kandang ternak milik Katmin tepat berada di bawah talud jalan yang longsor. Foto : Ahmadi

Saat ini di lokasi kejadian sudah dipasangi rambu-rambu agar para pengguna jalan ektra hati-hati saat melewati jalan tersebut. Mengingat saat ini belum memasuki puncak musim hujan, maka tidak menutup kemungkinan longsor tersebut akan meluas jika nanti terjadi hujan lebat. “Jika nanti longsor meluas maka kemungkinan jalan akan ditutup sementara sambil menunggu proses perbaikan.” Kata Joko Nalongso.

Dikutip dari Solopos.com, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengaku telah mendapat informasi kejadian talud ambrol itu. Ia pun segera menghubungi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri untuk dilakukan perbaikan.

“Harus hati-hati kalau memperbaiki talud itu. Karena masih berpotensi longsor lagi. Upaya cepat yang bisa dilakukan adalah mengatur aliran air hujan agar tidak mengalir ke area retakan. Bisa dengan menutup retakan dengan plastik, agar mengurangi resiko air masuk,” kata Bambang.

About artadiputra 214 Articles
Saya adalah seorang yang selalu ingin memperluas pengetahuan dan bermanfaat bagi banyak orang. Banyak pengetahuan yang saya peroleh secara otodidak. Namun tidak memungkiri bahwa pengetahuan yang saya peroleh secara formal sangat menunjang kemampuan saya saat ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan