Manfaatkan Program Pap Smear Gratis untuk Mencegah Kanker Serviks

B

sidorejo-wonogiri.desa.id Kanker Serviks atau disebut juga dengan Kanker Leher Rahim adalah sejenis kanker yang 99,7 % disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.

Berdasarkan data Global Burden of Cancer Study (Globocan), kasus baru kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469 kasus atau 17,2 persen dari total kanker yang diidap perempuan di Indonesia.

Angka kematiannya mencapai 18.279 perempuan per tahun atau 50 perempuan per hari. Angka itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2016 dengan 26 perempuan meninggal setiap hari.

 

Apa pengertian Pap Smear ?

Pap Smear adalah pemeriksaan menggunakan sampel swab vagina kemudian diamati di bawah mikroskop untuk melihat adanya perubahan morfologi (bentuk dan fungsi) sel-sel leher rahim (serviks) dengan teknik pewarnaan Papanicolau.

Bagaimana pemeriksaan Pap Smear dilakukan ?

Selama proses Pap smear, dokter akan meminta Anda untuk berbaring di meja periksa dengan posisi kedua kaki dilebarkan sambil menekuk lutut, dan menempatkannya pada tempat penopang kaki. Kemudian, dokter akan memasukkan spekulum (alat yang menyerupai cocor bebek) untuk membuka vagina, kemudian menorehkan sikat halus atau kapas ke leher rahim untuk mengumpulkan sampel sel. Sampel ini akan dibawa ke laboratorium dan diperiksa menggunakan mikroskop.

Apakah pemeriksaan Pap smear terasa sakit ?

Pemeriksaan ini sebenarnya tidak menyakitkan, hanya saja Anda mungkin akan merasa tidak nyaman, terutama saat dokter memasukkan spekulum ke vagina untuk mengambil sampel sel.

Apa sajakah ketentuan dalam pemeriksaan Pap Smear ?

Dikutip dari prodia.co.id Kanker Serviks termasuk jenis kanker yang bisa dicegah dan disembuhkan dibandingkan dengan semua jenis kanker, asalkan diketahui sejak stadium awal. Laboratorium Klinik Prodia Wonogiri bekerjasama dengan BPJS Kesehatan mengadakan kegiatan pemeriksaan Pap Smear tanpa dikenakan biaya bagi peserta “aktif” BPJS Kesehatan selama periode Januari-November 2019 dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Kegiatan pemeriksaan Pap Smear tanpa dikenakan biaya ini hanya berlaku di Laboratorium Klinik Prodia Cabang Wonogiri dengan periode pelaksanaan Januari-November 2019 dan akan ditutup bila jumlah kuota telah terpenuhi. Untuk itu, silahkan melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke Laboratorium Klinik Prodia Cabang Wonogiri.
  2. Peserta adalah wanita pemegang kartu BPJS Kesehatan/Askes/JKN KIS/Kartu Indonesia Sehat dengan status kepesertaan “aktif” (tidak menunggak).
  3. Peserta harus membawa kartu BPJS Kesehatan/Askes/JKN KIS/Kartu Indonesia dan KTP (asli dan copy).
  4. Peserta belum pernah melakukan pemeriksaan Pap Smear dari BPJS atau sudah pernah melakukan pemeriksaan Pap Smear dari BPJS lebih dari 1 tahun (bila sudah ikut program Pap Smear BPJS dan belum lewat 1 tahun tidak dapat dilayani).
  5. Peserta memenuhi persiapan Pap Smear sesuai standar Laboratorium Klinik Prodia, yaitu:
    1. Sudah menikah/pernah melakukan hubungan seksual.
    2. Tidak sedang hamil.
    3. Tidak sedang menstruasi (sebaiknya dilakukan pada hari ke-14 setelah hari pertama menstruasi).
    4. Tidak menggunakan tampon, jeli, krim vagina maupun obat-obatan yang diberikan melalui vagina selama 2 hari (48 jam) sebelum pemeriksaan.
    5. Tidak melakukan pencucian vagina menggunakan cairan pembersih vagina selama 2 hari (48 jam) sebelum pemeriksaan.
    6. Tidak melakukan hubungan seksual selama 1 hari (24 jam) sebelum pemeriksaan.
    7. Mengisi formulir kesediaan pemeriksaan Pap Smear (formulir akan diberikan di lokasi pemeriksaan).
Di Desa Sidorejo sendiri sosialisasi mengenai program tersebut sudah dilakukan oleh Bidan Putri & Bidan Panti di saat pertemuan Posyandu Dusun Pakelan dan Dusun Pundungan, Jum’at (8/3/2019).
B
Sosialisasi Program Pap Smear Gratis dari Prodia di Posyandu Dusun Pakelan, Jum’at (8/3/2019). Foto : Putri

Faktor apa saja yang menyebabkan Kanker Serviks ?

Dalam pertemuan posyandu tersebut disampaikan bahwa terdapat tiga faktor yang memicu terjadinya Kanker Serviks. Faktor alamiah (usia diatas 40 tahun), faktor kebersihan (higienitas atau kebersihan kurang, keputihan), dan faktor pilihan (menikah usia dini, banyak anak).

Tidak seperti kanker pada umumnya, faktor genetik atau keturunan tidak terlalu berperan dalam terjadinya Kanker Serviks. Ini tidak berarti anda yang memiliki keluarga bebas Kanker Serviks dapat merasa aman dari ancaman kanker tersebut. Anda dianjurkan tetap melindungi diri terhadap bahaya kanker tersebut.

 

Apa saja gejala Kanker Leher Rahim ?

  1. Pada stadium dini gejala tidak khas atau bahkan tidak bergejala.
  2. Gejala yang muncul setelah stadium lanjut :
    1. Perdarahan setelah senggama.
    2. Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina.
    3. Perdarahan setelah menopause.
    4. Keluar cairan kekuningan berbau, bercampur dengan darah (stadium lanjut).

Tindakan apa untuk mencegah Kanker Leher Rahim ?

  1. Jalani pola hidup sehat.
  2. Menjaga kesehatan badan dan sanitasi lingkungan.
  3. Hindari berhubungan intim pada usia dini.
  4. Perbanyak konsumsi makanan sayuran yang kaya vitamin C, E, dan Beta Karoten.
  5. SETIA pada pasangan.
  6. Lakukan pemeriksaan Pap Smear secara berkala. Bila usia > 30 tahun pemeriksaan dilengkapi HPVDNA.
  7. Lakukan vaksinasi HPV.
Facebook Comments
About artadiputra 127 Articles
Saya adalah seorang yang selalu ingin memperluas pengetahuan dan bermanfaat bagi banyak orang. Banyak pengetahuan yang saya peroleh secara otodidak. Namun tidak memungkiri bahwa pengetahuan yang saya peroleh secara formal sangat menunjang kemampuan saya saat ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan