Pelatihan Desa Pilot Project Sebagai Bukti Keseriusan Pemkab Wonogiri Dalam SID

Dari kanan ke kiri Bambang Muladi, S.Sos, M.Hum, Semedi Budi Wibowo, S.H, dan Satya Graha dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan SID di Ruang Gajah Mungkur Setda Kab. Wonogiri, Senin (6/8/2018). Photo : Artadi

sidorejo-wonogiri.desa.id Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengadakan Pelatihan Pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) Angkatan I di Ruang Gajah Mungkur Setda Kabupaten Wonogiri pada 6-7 Agustus 2018 bagi Sekretaris Desa, Operator SID, dan Pendamping Desa. Total kegiatan ini dilaksanakan dalam 4 angkatan yang pelaksanaannya akan berakhir pada 15-16 Agustus 2018 dengan biaya dari Anggaran Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2018. Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia Bambang Muladi, S.Sos, M.Hum dalam pidato laporan panitia.

“Dinas PMD mendapatkan tantangan dari Disdukcapil untuk menyempurnakan SID sehingga nantinya pelayanan kependudukan dapat dilaksanakan di desa.” Kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Wonogiri, Semedi Budi Wibowo, SH., dalam pidato pembukaan Pelatihan Pengembangan SID, Senin (6/8/2018). Semedi juga mengatakan bahwa permasalahan yang dihadapi Kabupaten Wonogiri saat ini adalah belum tersedia data yang presisi.

Para peserta Pelatihan Pengembangan SID Angkatan I sedang serius mengikuti kegiatan. Photo : Artadi

Acara tersebut diikuti oleh 75 desa dan 58 Pendamping Desa dengan jumlah peserta 208 orang dengan setiap desa mengirimkan 1 (satu) orang Sekretaris Desa dan 1 (satu) orang Operator SID. Untuk Angkatan I diikuti oleh 21 desa dari 7 kecamatan yaitu Selogiri, Wonogiri, Wuryantoro, Manyaran, Ngadirojo, Girimarto, dan Tirtomoyo. Untuk Tirtomoyo diwakili oleh 3 desa yaitu Sidorejo, Hargantoro, dan Sukoharjo.

Satya Graha selaku pemateri dari unsur Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Wonogiri mengatakan bahwa berdasarkan UU No. 6/2014 tentang desa disebutkan bahwa SID bukan hanya web desa. Tetapi lebih kepada Data Desa. Data pembangunan desa dan data kawasan perdesaan. Web desa sebagai pintu masuk pelaksanaan SID.

Problem kita menurut Bupati Wonogiri pada penyampaian APBD Kabupaten Tahun Anggaran 2018 adalah INVALID DATA. Diharapkan problem tersebut dapat diatasi dengan adanya Sistem Informasi yang diterapkan di tingkat desa. Semua data yang diinput oleh desa harus bisa dimanfaatkan secara optimal oleh desa sehingga desa memiliki kedaulatan data. Data tersebut sangat diperlukan dalam perencanaan, perumusan kebijakan, program, dan pengukuran capaian kinerja pembangunan desa serta percepatan penanggulangan kemiskinan di daerah. Meskipun hal tersebut sangat penting, menurut Satya masih banyak desa belum menganggarkan honor operator SID. Kebanyakan baru menganggarkan untuk biaya internet saja.

Dari kanan ke kiri Andri Johandri, Erni Sulistiowati, dan Satya Graha sedang menyampaikan materi pada kegiatan Pelatihan Pengembangan SID, Selasa (7/8/2018). Photo : Artadi

Semua data dari setiap instansi pemerintah bisa diakses melalui satu pintu sehingga memudahkan kita untuk mencari data yang kita butuhkan dalam waktu yang singkat. Data yang diakses merupakan hasil kesepakatan antar instansi. Pintu yang dimaksud adalah SID yang dikembangkan oleh Pemkab dengan menggunakan Dashboard datadesa.id yang dikembangkan oleh RTIK Jateng. Contohnya ketika akan menerbitkan SKTM apabila datanya terintegrasi dengan instansi terkait, maka tidak akan salah sasaran karena merupakan data yang sudah divalidasi oleh pemerintah. Kata Kepala Bidang Pengembangan Penelitian Relawan TIK Pusat, Andri Johandri, ketika menyampaikan materi Teknik Pengolahan Data pada Dashboard SID, Selasa (7/8/2018).

Andri Johandri mengatakan bahwa untuk mengakses data kemiskinan harus ada kesepakatan dengan Forum Data Kabupaten (FDK). Diusahakan sekitar akhir Agustus ini bisa selesai proses sistem informasinya sehingga bisa diterapkan ke desa-desa. Dengan demikian proses olah datanya dapat dilakukan dari mesin ke mesin. Satya menambahkan bahwa direncanakan Disdukcapil akan memiliki Warehouse atau gudang data sendiri mulai Oktober tahun ini karena Pemkab sudah menganggarkan pengadaan server. Sehingga nantinya data penduduk akan ter-update secara real time.

 

Facebook Comments
About artadiputra 172 Articles
Saya adalah seorang yang selalu ingin memperluas pengetahuan dan bermanfaat bagi banyak orang. Banyak pengetahuan yang saya peroleh secara otodidak. Namun tidak memungkiri bahwa pengetahuan yang saya peroleh secara formal sangat menunjang kemampuan saya saat ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan