Pembinaan Kesehatan Karang Taruna untuk Mencegah Bahaya Seks Bebas dan HIV

Pembinaan Kesehatan Karang Taruna oleh Tim Puskesmas Tirtomoyo 1 di Balai Desa Sidorejo, Jum'at (25/10/2019). Foto : Artadi
Pembinaan Kesehatan Karang Taruna oleh Tim Puskesmas Tirtomoyo 1 di Balai Desa Sidorejo, Jum'at (25/10/2019). Foto : Artadi

sidorejo-wonogiri.desa.id Puluhan pengurus dan anggota Karang Taruna se-Desa Sidorejo berkumpul untuk mengikuti kegiatan Pembinaan Kesehatan Karang Taruna. Kegiatan yang bertempat di Balai Desa Sidorejo ini diselenggarakan oleh Puskesmas Tirtomoyo 1 bekerjasama dengan Pemerintah Desa Sidorejo, Jum’at (25/10/2019) sore.

Tingginya angka penderita HIV di Kecamatan Tirtomoyo menjadi perhatian pihak Puskesmas Tirtomoyo 1 untuk melakukan sosialisasi sebagai tindakan preventif atau pencegahan. “Jumlah penderita HIV di Kecamatan Tirtomoyo sudah mencapai sepuluhan orang. Dari tingginya angka tersebut maka muncul inisiasi untuk melakukan sosialisasi.” Kata Petugas Puskesmas Tirtomoyo 1 Sri Sukiyanto setelah acara selesai.

Mecca Bani Irawan sedang memaparkan materi tentang HIV dan AIDS. Foto : Artadi
Mecca Bani Irawan sedang memaparkan materi tentang HIV dan AIDS. Foto : Artadi

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang dan bertahap merusak sistem kekebalan tubuh dan berkembang menjadi AIDS. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan tanda atau gejala berat dan kompleks yang disebabkan oleh penurunan respon imunitas atau kekebalan tubuh.

HIV memiliki gejala yang sulit disadari karena penderita HIV terlihat sehat dan merasa sehat. Orang dengan HIV tidak tahu bahwa dirinya sudah terinfeksi. Sehingga melakukan tes HIV adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kepastian yaitu dengan melakukan tes darah.

Kapankah gejala penderita HIV mulai muncul? Orang yang tertular HIV akan mengalami periode tanpa gejala hingga 5 tahun pertama sejak tertular. Meskipun tanpa gejala, penderita tersebut tetap bisa menularkan HIV. Gejala akan muncul setelah kira-kira pada periode 5 hingga 10 tahun tertular virus HIV. Setelah dinyatakan positif HIV, maka akan berlaku seumur hidup dan akan menjadi AIDS.

Para peserta kegiatan Pembinaan Kesehatan Karang Taruna sedang memperhatikan pemaparan oleh pemateri dari Puskesmas Tirtomoyo 1. Foto : Artadi
Para peserta kegiatan Pembinaan Kesehatan Karang Taruna sedang memperhatikan pemaparan oleh pemateri dari Puskesmas Tirtomoyo 1. Foto : Artadi

Bagaimanakah cara penularan virus HIV? Karena jumlah besar virus terdapat dalam darah, cairan vagina dan sperma, maka transfusi darah dan hubungan seksual menjadi perantara penularan virus HIV. Penggunaan jarum suntik berganti-ganti yang biasa dilakukan oleh pemakai narkoba juga bisa menjadi perantara penularan virus tersebut karena akan membawa darah yang terinfeksi virus HIV.

Sejumlah kecil virus HIV terdapat pada Air Susu Ibu (ASI). Dengan begitu virus tersebut bisa menular kepada bayi yang menyusu pada ASI yang terinfeksi virus HIV. Artinya seorang ibu pengidap virus HIV berpotensi besar menularkan virus kepada bayinya melalui ASI.

Virus HIV sebenarnya bukan penyakit, tetapi virus tersebut akan membunuh sistem imunitas atau kekebalan tubuh sehingga tubuh akan mudah terserang penyakit. Meski pasien HIV belum tentu AIDS, tapi dalam jangka waktu 3 hingga 10 tahun akan menjadi AIDS yaitu kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus HIV.

Apa gejala yang terjadi pada stadium AIDS? Penderita pada stadium AIDS akan mengalami beberapa gejala diantaranya batuk kronis selama lebih dari 1 bulan, infeksi pada mulut dan tenggorokan disebabkan oleh jamur Candida albicans, pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap di seluruh tubuh, munculnya Herpes zorter berulang bercak-bercak gatal di seluruh tubuh, demam berkepanjangan lebih dari 3 bulan, diare kronis lebih dari 1 bulan berulang maupun terus menerus, dan penurunan berat badan lebih dari 10% dalam 3 bulan.

Bidan Mahbub Putri Nugraheni sedang memaparkan materi tentang seks bebas. Foto : Artadi
Bidan Mahbub Putri Nugraheni sedang memaparkan materi tentang seks bebas. Foto : Artadi

Semua yang berkaitan dengan HIV dan AIDS adalah sesuatu yang menakutkan bukan? Apa saja yang bisa kita lakukan agar terhindar dari AIDS? Beberapa hal yang bisa kita lakukan antara lain :

  1. Abstinence (puasa seks) artinya tidak berhubungan seks sama sekali, terutama bagi individu yang belum memiliki pasangan resmi.
  2. Be Faithful (setia). Jika sudah memiliki pasangan, maka jadilah pasangan yang setia dan tidak bergonta-ganti pasangan.
  3. Selalu gunakan kondom di setiap hubungan seks yang beresiko (hubungan seks dengan penderita HIV sangat beresiko).
  4. Jauhi narkoba dan tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian.
Foto bersama antara peserta dengan petugas setelah acara selesai. Foto : Artadi
Foto bersama antara peserta dengan petugas setelah acara selesai. Foto : Artadi

Jika ada penderita HIV di sekitar kita, maka hal-hal apa yang aman dilakukan saat berinteraksi dengan mereka? Virus HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk, karena virus tersebut adalah virus manusia yang tidak menyebar melalui media hewan. Virus tersebut hanya menyebar melalui darah, cairan sperma dan vagina, sehingga kita tetap aman melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan percampuran cairan tersebut misalnya bersalaman, sentuhan, pelukan, ciuman, menggunakan peralatan makan/minum bersama, tinggal serumah, menggunakan jamban yang sama, dan lain-lain.

Facebook Comments
About artadiputra 184 Articles
Saya adalah seorang yang selalu ingin memperluas pengetahuan dan bermanfaat bagi banyak orang. Banyak pengetahuan yang saya peroleh secara otodidak. Namun tidak memungkiri bahwa pengetahuan yang saya peroleh secara formal sangat menunjang kemampuan saya saat ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan