Pertemuan Rutin untuk Menjaga Semangat Jam’iyah Nahdlatul Ulama

B
Kyai Muh. Nur Sholeh sedang memimpin kajian Kitab Hujjah Ahlussunah wal Jama'ah di Masjid At Taqwa Pongkalan, Ahad (3/3/2019). Foto : Artadi

sidorejo-wonogiri.desa.id Dibawah kepengurusan Ranting Nahdlatul Ulama Desa Sidorejo, kegiatan rutin terus dilaksanakan untuk mengaktifkan kegiatan dan menjaga faham Ahlussunah wal Jama’ah An Nahdiyah. Kegiatan ini terus dilaksanakan demi mengembangkan Jam’iyah dan menanamkan ajaran Islam ala NU kepada semua kalangan terutama generasi penerus.

Kegiatan rutin yang biasanya dilaksanakan setiap Ahad Kliwon, untuk pertemuan kali ini terpaksa harus diundur menjadi Ahad Pahing (3/3/2019). “Kegiatan pertemuan rutin terpaksa diundur karena Ahad Kliwon kemarin banyak yang mengikuti kegiatan KPNU di Hargorejo.” Kata Ketua Tanfidziyah Ranting NU Desa Sidorejo Shobari. Pertemuan kali ini dilaksanakan di Masjid At Taqwa Pongkalan, Jarum, Sidorejo.

B
Di setiap acara pertemuan rutin selalu dihadiri oleh seluruh Banom NU se wilayah Ranting Desa Sidorejo. Foto : Artadi

Di setiap pertemuan rutin selalu diadakan kegiatan ngaji bareng Kitab Hujjah Ahlussunah wal Jama’ah karangan Kyai Ali Maksum Yogyakarta yang berisi tentang dasar hukum amaliah Nahdliyin oleh Kyai Muh. Nur Sholeh. Selain itu juga dilaksanakan pengumpulan kotak koin untuk kemandirian jam’iyah. “Hasil dari kotak koin digunakan untuk membantu kegiatan-kegiatan NU, membantu fakir miskin, korban bencana, dan juga untuk transportasi jam’iyah yang tidak memiliki kendaraan sendiri untuk menghadiri acara-acara NU.” Kata Shobari.

Perwakilan Takmir Masjid At Taqwa Dalhari menyampaikan dalam sambutannya “Kegiatan yang rutin dilaksanakan di Masjid At Taqwa Pongkalan antara lain Ibu-ibu Dzibaan setiap malam minggu, Rotibul Hadad setiap malam Jum’at, dan zikir Manaqib. Zikir Manaqib disini mungkin yang terbanyak se-Desa Sidorejo yaitu setiap malam 11 hijriyah Manaqib Nur Burhan dan Manaqib Jawahirul Ma’ani Syeh Ahmad Jauhari Umar Pasuruan, malam Senin ba’da Isya Manaqib Syeh Ahmad Muzakir Jember.”

B
Ketua MWC NU Kec. Tirtomoyo Kyai Syahrul Muharrom hadir dalam pertemuan Ranting NU Desa Sidorejo. Foto : Artadi

Dalam acara ini turut hadir Ketua MWC NU Kec. Tirtomoyo Kyai Syahrul Muharrom. Beliau mengatakan “Indonesia dengan NU seperti dua sisi mata uang. Dimana ada NU, disitu ada Indonesia.”

“Di setiap kegiatan NU tidak terlepas dengan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon. Bahkan warga non muslim juga ikut menyanyikan lagu Syubbanul Wathon.” Kata Kyai Syahrul setelah mengajak para hadirin untuk berdiri menyanyikan dua lagu tersebut.

B
Para peserta pertemuan rutin Ranting NU Desa Sidorejo. Foto : Artadi

Pada tanggal 7 Maret 2019 Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) akan mengadakan turing ziaroh makam para sesepuh NU Kec. Tirtomoyo. Makam yang akan diziarohi antara lain makam KH. Muhammad Idris Cangkring, makam Mbah Umar, makam Ki Ageng Santri Taman, makam Mbah Mukti Ali, makam Mbah Mukoyadin Sisir, dan makam Mbah Iman Karyono Suru.

Dalam kajiannya Kyai Muh. Nur Sholeh memaparkan materi tentang Talqin Mayit. “Talqin mayit ada dua yaitu Talqin Qoblal Dafni dan Talqin Ba’da Dafni. Talqin Qoblal Dafni ketika sakarotul maut, sedangkan Talqin Ba’da Dafni ketika sudah dikubur. Ketika sakarotul maut hendaknya dituntun kalimat thoyibah oleh orang yang paling dicintainya. Talqin mayit merupakan amalan khilafiyah artinya ada golongan yang menjalankan adapula yang tidak menjalankan.” Kata Kyai Muh. Nur Sholeh.

Facebook Comments
About artadiputra 119 Articles
Saya adalah seorang yang selalu ingin memperluas pengetahuan dan bermanfaat bagi banyak orang. Banyak pengetahuan yang saya peroleh secara otodidak. Namun tidak memungkiri bahwa pengetahuan yang saya peroleh secara formal sangat menunjang kemampuan saya saat ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan