Sebuah Langkah Maju Pemetaan Desa Sidorejo Berbasis Digital di Era Digital

B
Pemetaan Batas Administrasi Desa Sidorejo yang pernah dibuat tanpa bantuan perangkat GPS Handheld sehingga tingkat akurasinya belum maksimal. Foto : Artadi

sidorejo-wonogiri.desa.id Saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa zaman semakin maju, segala hal semakin lama semakin digital, tidak terkecuali wilayah desa pun bisa disajikan dalam bentuk digital. Dengan peta yang bersifat digital akan mempermudah masyarakat maupun pemerintah sebagai penentu kebijakan untuk melihat gambaran peta desa secara lengkap dan akurat.

Hampir semua masyarakat terutama warga Desa Sidorejo telah memanfaatkan teknologi, misalnya penggunaan internet di smartphone. Dengan akses internet di smartphone tersebut, kita bisa mencari informasi apapun dan aktif di jejaring sosial seperti Facebook, Whatsapp, Instagram, Twitter, dll. Hal itulah yang mendasari Pemerintah Desa Sidorejo untuk menyajikan informasi tentang desanya agar semakin mudah diakses oleh masyarakat.

B
Contoh pengambilan data bangunan di wilayah Desa Sidorejo. Foto : Artadi

Gagasan untuk menyajikan informasi tentang Desa Sidorejo melalui internet mulai muncul di Tahun 2018. Kepala Desa Joko Nalongso menganggarkan dana untuk pengelolaan website desa sebesar 1 juta rupiah di dalam APBDes. Dengan munculnya anggaran tersebut beliau membentuk tim yang disebut sebagai Tim Sistem Informasi Desa (SID) yang beranggotakan 3 orang yaitu Shobari sebagai administrator, Ahmad Dwi Artadi Putra sebagai Operator SID, dan Ahmadi sebagai editor.

Pada Tahun 2019 ini, Joko Nalongso telah menyetujui dan mendukung anggaran untuk pengadaan alat pemetaan berupa GPS Handheld. GPS ini dibutuhkan untuk merekam jalur perjalanan (track log) dan menyimpan koordinat posisi suatu tempat (marking point). Sedangkan operator untuk alat ini menggunakan SDM lokal Desa Sidorejo yang telah mengikuti kegiatan Training of Trainer (TOT) Nasional di Tasikmalaya November 2018.

Desa Sidorejo menjadi Salah Satu Wakil Jateng di Acara TOT Nasional Tasikmalaya

Kedepannya dengan disetujuinya anggaran pengadaan alat untuk pemetaan tersebut, maka kepala desa akan membentuk tim pemetaan wilayah desa. Tim tersebut akan melakukan survey langsung di lapangan. Namun sebelum melakukan survey, tim harus menghimpun informasi dari informan untuk membuat sketsa peta. Sketsa peta merupakan informasi keruangan sebentuk peta yang digambarkan sederhana secara partisipatif oleh masyarakat. Namun belum memenuhi unsur-unsur standar sebagaimana layaknya sebuah peta. Masyarakat akan dilibatkan sebagai informan. Selanjutnya sketsa inilah yang akan menjadi dasar tim survey dalam melakukan pengambilan data di lapangan.

B
Proses pengolahan data geospasial berdasarkan peta Google Satellite dengan aplikasi Open Source QGIS 2.18.25. Foto : Artadi

Pada saat tim melakukan survey, mereka harus menyusuri setiap titik di wilayah Desa Sidorejo. Data yang dikumpulkan berupa jaringan dan transportasi, batas administrasi, tutupan lahan, perairan, bangunan, dan log pembangunan. Bahkan nantinya peta blok atau peta bidang obyek pajak juga bisa dilakukan digitasi.

Dari hasil pemetaan akan didapatkan banyak data geospasial desa secara akurat. Dengan peta geospasial kita bisa mengetahui luas wilayah, panjang jalan, luas lahan, jumlah komoditas pertanian dan peternakan, bahkan bisa memetakan potensi desa yang mungkin bisa dibangun.

Facebook Comments
About artadiputra 145 Articles
Saya adalah seorang yang selalu ingin memperluas pengetahuan dan bermanfaat bagi banyak orang. Banyak pengetahuan yang saya peroleh secara otodidak. Namun tidak memungkiri bahwa pengetahuan yang saya peroleh secara formal sangat menunjang kemampuan saya saat ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan