Usai Mengikuti Upacara Hari Santri, 3 Ponpes se-Desa Sidorejo Mengadakan Ziarah Makam Tokoh NU

Para Santri melakukan ziarah ke makam KH. Muhammad Idris di Makam Cangkring Tirtomoyo, Selasa (22/10/2019). Foto : NU Sidorejo
Para Santri melakukan ziarah ke makam KH. Muhammad Idris di Makam Cangkring Tirtomoyo, Selasa (22/10/2019). Foto : NU Sidorejo

sidorejo-wonogiri.desa.id Ziarah ke makam sesepuh sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH. Muhammad Idris, yang terletak di makam Cangkring Tirtomoyo menjadi kegiatan bersama yang dilaksanakan oleh para santri dari 3 Pondok Pesantren se-Desa Sidorejo. Mereka dari Ponpes Al Amin, Ponpes Tarbiyatus Sholihin, dan Ponpes Miftahul Huda.

Kegiatan ziarah dilaksanakan setelah mereka mengikuti Upacara Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kecamatan Tirtomoyo yang dilaksanakan di Lapangan Hargantoro, Selasa (22/10/2019) pagi. “Gagasan untuk melaksanakan ziarah muncul secara spontan. Saya mengajak Kyai Muhammad Nur Sholeh dan Kyai Syahrul Muharrom.” Kata Kyai Imron Ahmadi kepada jurnalis sidorejo-wonogiri.desa.id.

Kegiatan ziarah diisi dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Kyai Imron Ahmadi. Pembacaan Tahlil atau lazim disebut Tahlilan merupakan ritual pembacaan lafal tahlil yang lazim di masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun.

Tujuan ziarah ini menurut Kyai Imron Ahmadi adalah untuk mendo’akan para guru atau Masyayikh (ulama), mengenalkan kepada para santri bahwa betapa berat perjuangan para guru dan Masyayikh dalam memperjuangkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu juga untuk mempererat hubungan para santri dengan guru meskipun sang guru sudah meninggal dunia.

Kyai Imron Ahmadi berharap agar kegiatan seperti ini terus berlanjut di setiap peringatan Hari Santri Nasional. “Di tahun mendatang ziarah ke makam para pejuang NU khususnya di wilayah Kecamatan Tirtomoyo.” Kata Kyai Imron Ahmadi menambahkan.

Facebook Comments
About artadiputra 172 Articles
Saya adalah seorang yang selalu ingin memperluas pengetahuan dan bermanfaat bagi banyak orang. Banyak pengetahuan yang saya peroleh secara otodidak. Namun tidak memungkiri bahwa pengetahuan yang saya peroleh secara formal sangat menunjang kemampuan saya saat ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan