Wanita Rawan Sosial Ekonomi Mendapatkan Pembinaan dan Pelatihan dari Dinsos Wonogiri

B
Onde-onde sedang digoreng oleh para peserta pelatihan. Foto : Artadi

sidorejo-wonogiri.desa.id Sebanyak 40 Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) yang terdiri dari 30 orang dari Desa Sidorejo Kecamatan Tirtomoyo dan 10 orang dari Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi mengikuti Kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan yang diadakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri. Kegiatan tersebut bertempat di Balai Desa Sidorejo, Rabu (20/2/2019) dan dibuka oleh PJ Kepala Desa Sidorejo Rahmad Ari Windono.

B
PJ Kepala Desa Sidorejo Rahmad Ari Windono sedang membuka Kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan kepada Wanita Rawan Sosial Ekonomi di Balai Desa Sidorejo, Rabu (20/2/2019). Foto : Artadi

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tirtomoyo Dari Prihatin menjelaskan bahwa dua desa tersebut mendapatkan bantuan pembinaan dan pelatihan keterampilan dari Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Dinas Sosial untuk Tahun Anggaran 2019. Bantuan tersebut sebagai pancingan atau perangsang agar para wanita rawan sosial ekonomi yang menjadi tulang punggung keluarga tersebut dapat mandiri untuk mengembangkan usahanya.

B
Para peserta mendapatkan penjelasan dari Sutaryo tentang bahan-bahan untuk membuat Onde-onde Merekah. Foto : Artadi

Para peserta mendapatkan pelatihan membuat Onde-onde Merekah. Pihak Dinas Sosial membawa pelatih Sutaryo dari Nguntoronadi. Mereka mendapatkan resep dan praktek langsung di tempat. Mulai dari menyiapkan alat dan bahan, membuat adonan, hingga proses memasak. Mereka mengikuti dengan sangat antusias.

Dari Prihatin mengatakan bahwa di Desa Sidorejo ada satu Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang dibentuk pada Tahun 2016. KUBE tersebut bernama KUBE Lestari dan beranggotakan 10 orang. Di Tahun 2016 sebanyak 30 WRSE sudah mendapatkan bantuan modal 500 ribu rupiah per orang. Selain itu satu kelompok KUBE tersebut juga telah mendapatkan bantuan peralatan senilai 1,5 juta rupiah. Sehingga bantuan pembinaan dan pelatihan keterampilan di Tahun 2019 ini merupakan tindak lanjut agar para WRSE dapat terus mengembangkan usahanya.

B
Bu Asti dari Dusun Kembang Desa Sidorejo merupakan anggota KUBE Lestari yang berhasil mengembangkan modal usaha bantuan dari pemerintah. Foto : Shobari

Salah satu yang menjadi pusat perhatian pada kegiatan tersebut adalah Asti dari Dusun Kembang Desa Sidorejo. Ia merupakan anggota KUBE Lestari yang berhasil menjalankan dan mengembangkan modal yang sudah didapatkan dari pemerintah pada Tahun 2016 sebesar 500 ribu rupiah.

Saat diwawancarai oleh jurnalis sidorejo-wonogiri.desa.id disela-sela kegiatan tersebut ia mengatakan bahwa usahanya merupakan industri rumah tangga yang membuat kripik pisang, kripik mbothe, aneka gorengan, kue, dll. Ia biasanya menyetorkan makanan buatannya ke toko-toko di Desa Sidorejo hingga ke Jobot Desa Girirejo. Ia menyetorkan rata-rata 3 kali seminggu dan penghasilan rata-rata 500 ribu rupiah per bulan. Ia berharap agar mendapatkan bantuan modal dan peralatan agar usahanya semakin berkembang.

B
Onde-onde Merekah merupakan hasil dari pelatihan hari ini terhadap WRSE di Balai Desa Sidorejo. Foto : Artadi

Dari Prihatin mengatakan bahwa dari KUBE yang berjalan dan anggotanya dapat menjalankan usahanya akan diajukan agar mendapatkan bantuan. Pengajuannya akan difasilitasi oleh TKSK melalui Dinas Sosial. Sumber bantuan bisa dari Pemerintah Kabupaten Wonogiri maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kendala yang dialami oleh KUBE seperti diungkapkan oleh Ketua KUBE Lestari Desa Sidorejo Sarti adalah rumah anggotanya berjauhan sehingga sulit berkoordinasi dan kegiatan yang dilakukan baru sekedar arisan. Kedepannya diharapkan koordinasi tetap dilakukan secara periodik meskipun terkendala jarak agar seluruh anggota kelompok dapat saling bertukar pengalaman, saling bekerjasama dan saling membantu menyelesaikan masalah.

Facebook Comments
About artadiputra 172 Articles
Saya adalah seorang yang selalu ingin memperluas pengetahuan dan bermanfaat bagi banyak orang. Banyak pengetahuan yang saya peroleh secara otodidak. Namun tidak memungkiri bahwa pengetahuan yang saya peroleh secara formal sangat menunjang kemampuan saya saat ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan