Waspada Banyaknya Pemudik Masuk Tirtomoyo di Tengah Pandemik Corona

Petugas Puskesmas Tirtomoyo 1 Sunaryo alias Yayok sedang menyampaikan sosialisasi kepada petugas dan warga. Foto : Artadi
Petugas Puskesmas Tirtomoyo 1 Sunaryo alias Yayok sedang menyampaikan sosialisasi kepada petugas dan warga. Foto : Artadi

sidorejo-wonogiri.desa.id Pemerintah Kecamatan Tirtomoyo mencatat telah kedatangan pemudik sebanyak 824 orang. Jumlah tersebut adalah akumulasi dari 14 desa/kelurahan yang masuk laporan hingga Minggu (29/3/2020) pukul 12.15 WIB. Pemudik sebanyak itu mayoritas berasal dari Jabodetabek.

Jumlah pemudik terbanyak hingga saat ini ada di Desa Hargantoro sebanyak 140 orang, kemudian Desa Sidorejo sebanyak 100 orang, Desa Sukoharjo sebanyak 85 orang, Desa Girirejo sebanyak 69 orang, Desa Banyakprodo sebanyak 65 orang, Kelurahan Tirtomoyo sebanyak 62 orang, Desa Genengharjo sebanyak 61 orang, Desa Sendangmulyo sebanyak 49 orang, Kelurahan Ngarjosari sebanyak 45 orang, Desa Wiroko dan Desa Tanjungsari masing-masing sebanyak 37 orang, Desa Hargorejo sebanyak 27 orang, Desa Hargosari sebanyak 24 orang, dan Desa Dlepih sebanyak 23 orang.

Rincian jumlah pemudik yang sudah terdaftar untuk wilayah Desa Sidorejo yaitu Dusun Sidowayah 28 orang, Dusun Pundungan sebanyak 18 orang, Dusun Kembang sebanyak 11 orang, Dusun Jarum dan Dusun Pucungan masing-masing sebanyak 10 orang, Dusun Pakelan sebanyak 7 orang, Dusun Tempel sebanyak 5 orang, Dusun Sobo sebanyak 4 orang, Dusun Sentono sebanyak 3 orang, dan Dusun Nglencung sebanyak 2 orang. Untuk Dusun Towo belum ada laporan masuk.

Kedatangan perantau ke Kecamatan Tirtomoyo diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. Sebab, kondisi di Jakarta dan sekitarnya saat ini sedang berjuang menangkal pandemik Virus Corona atau Covid-19. Sehingga perantau memilih pulang kampung halamannya masing-masing.

Pihak Puskesmas melalui bidan desa berkoordinasi dengan pemerintah desa hingga ke tingkat RT/RW. Masyarakat dihimbau agar melaporkan kedatangan para pemudik di sekitar mereka kepada Ketua RT. Selanjutnya Ketua RT akan melanjutkan laporan masyarakat ke bidan desa. Sehingga bidan desa bisa membawa laporan tersebut ke Puskesmas.

Data yang harus dilaporkan adalah nama, alamat lengkap, usia, jenis kelamin, nomor hp, asal kedatangan, tanggal kedatangan, dan gejala yang dialami jika ada. Bidan Desa Sidorejo Mahbub Putri menyampaikan bahwa pemudik yang datang jangan langsung datang ke Puskesmas, namun cukup lapor saja ke Ketua RT melalui keluarganya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menetapkan seluruh pemudik masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Keputusan tersebut beliau sampaikan melalui akun media sosialnya, Jum’at sore (27/3/2020). Dengan demikian seluruh pemudik harus dilaporkan kedatangannya agar bisa dipantau.

Seluruh pemudik yang datang di kampung halaman diwajibkan berdiam diri di rumah selama 14 hari (isolasi diri sendiri). Anggota keluarga wajib melaporkan kedatangan tersebut kepada Ketua RT untuk diteruskan ke bidan agar bisa dipantau oleh petugas Puskesmas. Dilarang berinteraksi dengan banyak orang agar bisa menekan angka penularan.

Petugas Puskesmas Tirtomoyo 1 Sunaryo alias Yayok melalui pesan singkat menyampaikan, “Mari kita perangi, mari kita berantas, mari kita budayakan hidup bersih dan sehat agar virus Covid-19 segera selesai. Dan menghimbau masyarakat mari taati peraturan yang berlaku sehingga Virus Corona akan cepat bersih.” Yayok mengajak bagi masyarakat yang merasa punya gejala, batuk, panas, sesak nafas, mohon segera periksakan ke Puskesmas dan jangan lupa memakai masker.

Bila selama isolasi tersebut pemudik mengalami gejala diantaranya demam lebih dari 38°C, flu, batuk, nyeri tenggorokan, sesak nafas, dan diare, maka harap menghubungi aparat setempat atau petugas kesehatan untuk selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

Facebook Comments
About artadiputra 192 Articles
Saya adalah seorang yang selalu ingin memperluas pengetahuan dan bermanfaat bagi banyak orang. Banyak pengetahuan yang saya peroleh secara otodidak. Namun tidak memungkiri bahwa pengetahuan yang saya peroleh secara formal sangat menunjang kemampuan saya saat ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan